LPPM ITEBA SUKSES GELAR KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI HIBAH KEMDIKTISAINTEK PROGRAM PKM

LPPM ITEBA SUKSES GELAR KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI HIBAH KEMDIKTISAINTEK PROGRAM PKM

LPPM ITEBA Sukses Gelar Monitoring dan Evaluasi 11 Program Pengabdian Masyarakat

Batam, 24 September 2025 – Kabar gembira datang dari Institut Teknologi Batam (ITEBA)! Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITEBA baru saja menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk 11 program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kemdiktisaintek tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang A3-17 ITEBA dan dihadiri seluruh tim pelaksana program beserta reviewer internal.

LPPM ITEBA SUKSES GELAR KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI HIBAH KEMDIKTISAINTEK PROGRAM PKM

Prestasi Membanggakan

Tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa bagi ITEBA. Kampus ini berhasil meloloskan 11 proposal hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemdikbudristek. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2024 yang hanya 6 proposal.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi ITEBA sebagai perguruan tinggi dengan perolehan dana hibah pengabdian masyarakat tertinggi se-Kepulauan Riau.

“Ini pencapaian luar biasa untuk ITEBA. Dari 6 program tahun lalu, sekarang kami punya 11 program yang sedang berjalan membantu masyarakat. Ini bukti bahwa dosen-dosen kami memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan masyarakat,” ujar Yopy Mardiansyah, S .Pd., M Si., Ketua LPPM ITEBA, dengan penuh antusias.

Apa Itu Kegiatan Monev?

Kegiatan monev ini seperti “check-up kesehatan” untuk memastikan semua program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal. Dalam acara yang berlangsung seharian penuh ini, tim pelaksana dari 11 program berkumpul untuk:

  • Mempresentasikan perkembangan kegiatan – Setiap tim memaparkan apa yang sudah dicapai, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan
  • Berbagi cerita dan pengalaman – Dosen-dosen pelaksana saling bertukar pengalaman menarik saat berinteraksi dengan masyarakat
  • Mendiskusikan kendala – Membahas tantangan yang dihadapi, seperti cuaca, jadwal mitra, atau keterbatasan teknis
  • Mencari solusi bersama – Brainstorming untuk menemukan cara terbaik mengatasi hambatan
  • Mendapat masukan reviewer – Menerima saran dan kritik membangun untuk meningkatkan kualitas program

Tim reviewer dipimpin oleh Prof. Asosiat Dr. Suhardi, S.E., M.M., bersama Dr. Ir. M. Ansyar Bora, S.T., M.T., IPM. Mereka mendengarkan dengan saksama setiap presentasi dan memberikan masukan berharga untuk membuat program lebih efektif.

Program Apa Saja yang Berjalan?

Sebelas program pengabdian masyarakat ITEBA tahun ini sangat beragam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat:

1. Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM
Membantu pedagang kecil dan UMKM meningkatkan omzet melalui pelatihan manajemen usaha, pembukuan sederhana, dan strategi pemasaran digital. Beberapa mitra sudah berhasil meningkatkan penjualan hingga 30%.

2. Transfer Teknologi Tepat Guna
Mengajarkan teknologi praktis yang langsung bisa diterapkan masyarakat, seperti sistem pengolahan sampah, teknologi pertanian modern, atau alat-alat produksi sederhana yang efisien.

3. Energi Terbarukan
Mengenalkan dan mengaplikasikan teknologi energi ramah lingkungan seperti panel surya, biogas, atau sistem hemat energi untuk rumah tangga dan usaha kecil.

4. Digitalisasi dan Teknologi Informasi
Pelatihan penggunaan aplikasi digital, media sosial untuk bisnis, e-commerce, dan literasi digital untuk meningkatkan daya saing di era modern.

5. Lingkungan Hidup dan Keberlanjutan
Program pelestarian lingkungan, pengolahan limbah, penghijauan, dan edukasi tentang gaya hidup ramah lingkungan kepada masyarakat.

6. Kesehatan Masyarakat
Penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gratis, pelatihan kader kesehatan, dan program-program preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

7. Pelatihan Keterampilan
Berbagai pelatihan praktis seperti menjahit, mekanik, desain grafis, atau keterampilan lain yang bisa langsung menghasilkan penghasilan tambahan.

Dampak Nyata untuk Masyarakat

Semua program ini dirancang khusus untuk memberikan manfaat langsung dan terukur kepada masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Bukan hanya teori, tapi solusi praktis yang bisa langsung diterapkan.

Misalnya, ada program yang membantu ibu-ibu PKK membuat produk olahan makanan lokal dengan kemasan menarik sehingga bisa dijual lebih luas. Ada juga program yang mengajarkan nelayan menggunakan teknologi GPS untuk mencari ikan lebih efisien, menghemat bahan bakar hingga 40%.

“Kami tidak hanya fokus pada jumlahnya, tapi juga memastikan setiap program benar-benar membantu masyarakat dan memberikan dampak nyata yang berkelanjutan. Program yang bagus adalah program yang manfaatnya masih terasa bahkan setelah tim kami selesai mendampingi,” jelas Yopy Mardiansyah, S.Pd., M.Si selaku Kepala LPPM Institut Teknologi Batam.

Antusiasme Tinggi dari Tim Pelaksana

Dalam sesi diskusi monev, terlihat antusiasme tinggi dari para dosen pelaksana. Mereka berbagi cerita seru dan mengharukan saat berinteraksi dengan masyarakat. Ada yang bercerita tentang sambutan hangat warga, ada pula yang menceritakan tantangan komunikasi dengan mitra yang awalnya ragu tapi akhirnya sangat terbantu.

“Kegiatan seperti ini sangat penting. Kami jadi tahu apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Plus, kami bisa belajar dari pengalaman tim lain. Kadang solusi untuk masalah kami ada pada pengalaman tim sebelah,” ungkap salah satu dosen pelaksana.

Komitmen Jangka Panjang

LPPM ITEBA tidak hanya fokus mengejar target lolos proposal, tetapi juga memastikan keberlanjutan program. Setiap program didorong untuk menciptakan dampak jangka panjang, bukan hanya aktivitas sesaat.

Beberapa strategi yang diterapkan:

  • Membentuk kader atau champion di masyarakat yang bisa melanjutkan program
  • Menyediakan modul atau panduan praktis yang mudah diikuti
  • Membangun jaringan antar mitra agar bisa saling mendukung
  • Mendokumentasikan best practices untuk replikasi di lokasi lain

Harapan dan Target ke Depan

Dengan kesuksesan tahun ini, LPPM ITEBA optimis bisa terus meningkatkan jumlah dan kualitas program pengabdian masyarakat. Target untuk tahun 2026 adalah meloloskan minimal 15 proposal dengan fokus pada program-program yang lebih inovatif dan kolaboratif.

“Kami juga ingin lebih banyak melibatkan mahasiswa dalam program pengabdian. Ini pengalaman berharga bagi mereka untuk belajar langsung dari masyarakat dan menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus,” tambah Yopy Mardiansyah.

Ke depan, LPPM ITEBA juga berencana membuat database best practices dan lesson learned dari setiap program agar bisa menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.

Penutup

Kegiatan monev internal ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas program dan memperluas dampak positif bagi masyarakat. Setiap tim pelaksana pulang dengan semangat baru dan strategi yang lebih matang untuk melanjutkan program mereka.

ITEBA kembali membuktikan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Dengan 11 program yang sedang berjalan, ratusan warga Batam dan Kepulauan Riau merasakan manfaat langsung dari kehadiran kampus di tengah-tengah mereka.